Minggu, 22 September 2013

Origami Swallowtail Butterfly -tutorial

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 00.59 0 komentar

Selasa, 03 September 2013

Contoh Sejarah Sebagai Peristiwa & Pengertian

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 05.27 0 komentar

Sejarah sebagai peristiwa adalah salah satu jenis sejarah disamping sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai kisah. Berikut penjelasan tentang sejarah sebagai peristiwa beserta contohnya

Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa
R. Moh. Ali dalam Ismaun menyatakan bahwa sejarah sebagai peristiwa
adalah kejadian, kenyataan, aktualitas, sejarah in concreto, yang sebenarnya
telah terjadi atau berlangsung pada waktu atau masa yang lampau. Sejarah
sebagai peristiwa, berarti suatu kejadian di masa lampau, sesuatu yang sudah
terjadi, dan sekali jadi (einmalig), tidak bisa diulang. Sejarah sebagai peristiwa
adalah suatu kenyataan yang objektif, artinya kenyataan yang benar-benar
ada dan terjadi dalam kehidupan masyarakat manusia. Kenyataan ini ada
dapat dilihat dari fakta-fakta sejarahnya.

Peristiwa sejarah terjadi dalam ruang lingkup yang beragam. Mulai dari ruang
lingkup yang lebih kecil sampai kepada ruang lingkup yang lebih besar. Ruang
lingkup secara administratif pemerintahan bisa mulai dari tingkat desa,
kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, negara, dan dunia. Sebuah peristiwa
sejarah bisa saja terjadi hanya di negara tertentu saja, misalkan bagaimana
perubahan pada masyarakat di Inggris dengan adanya Revolusi Industri, apakah
mereka tetap menjadi buruh atau pekerjaan lainnya.

Contoh Sejarah Sebagai Peristiwa
Berikut contoh sejarah sebagai peristiwa yang berjudul: Perubahan Masyarakat Inggris Pasca Revolusi Industri
"Revolusi Industri di mulai di Inggris. Sebelum terjadinya Revolusi Industri, Inggris adalah negara agraris.
Kebanyakan penduduknya tinggal di desa-desa, hidup dari bertani dan mengolah bulu domba untuk dibuat
menjadi kain. Umumnya anggota keluarga terlibat dalam industri kain itu. Revolusi Industri memberikan
pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Pada bidang ekonomi antara
lain harga barang murah dan perdagangan semakin maju. Pada
bidang sosial antara lain adanya pertentangan antara kaum buruh
dengan majikan, dan upah buruh rendah. Pada bidang politik
yaitu timbulnya imperialisme modern. Revolusi Industri telah
berhasil meningkatkan kemajuan umat manusia. Akan tetapi, di
samping kebaikannya Revolusi Industri juga mempunyai segisegi
yang kurang baik yaitu munculnya kemiskinan dan
pengangguran besar-besaran rakyat Inggris."

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah, dapat dibagi menjadi beberapa
bagian yaitu:

a. Peristiwa sosial merupakan sejarah yang terjadi atau timbul dapat
disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya yang mengakibatkan terjadinya
perubahan sosial. Antara yang mempengaruhi perubahan sosial adalah
1. Adanya penemuan-penemuan baru. Contoh penemuan Mobil di Inggris. 2. Pertambahan dan berkurangnya jumlah penduduk, Contoh, Tsunami Aceh telah mengurangi jumlah penduduk Aceh sehingga menimbulkan gejolak sosial.
3. Adanya pertentangan atau konflik. Contoh Pertentangan Pemuda dengan Sukarno-Hatta Mengenai
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 4.Terjadi pemberontakan atau revolusi. Contoh, Revolusi Rusia yang diawali pada 8 Maret 1917
4. perang, contoh peristiwa perang dunia I dan II.

b. Peristiwa ekonomi merupakan peristiwa yang menggambarkan kegiatan
masyarakat yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi. Ciri utama dari
kegiatan ekonomi adalah adanya produksi dan pertukaran hasil produksi
dalam bentuk kegiatan jual beli. Produk yang diperjualbelikan bisa
berbentuk barang atau jasa. Peristiwa ekonomi sebagai sejarah masyarakat
manusia Indonesia dimulai sejak zaman kuno, zaman hindu-buddha, zaman
Islam, zaman penjajahan, zaman kemerdekaan, dan zaman kontemporer.
Kita ambil contoh peristiwa ekonomi pada masa kuno yaitu perdagangan
dan pelayaran di Selat Malaka.

c. Peristiwa politik biasanya peristiwa kehidupan manusia yang
berkaitan dengan kekuasaan. Kekuasaan dapat berhubungan
dengan penguasa, negara, pemerintahan, keputusan-keputusan
pemerintah, partai politik, undang-undang, keterlibatan
masyarakat dalam politik misalnya pemilu, dan lain-lain.
Penguasa bisa seorang raja, presiden, pemimpin partai.
Dalam sejarah Indonesia, salah satu peristiwa
politik tersebut dapat dilihat dalam jatuhnya pemerintahan Orde
Baru atau rezim Suharto pada tahun 1998. Cerita di bawah ini
akan menggambarkan bagaimana proses jatuhnya pemerintahan
Suharto yang dikutip dari berbagai sumber.

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2345992-contoh-sejarah-sebagai-peristiwa-pengertian/#ixzz2dtFYL2KM

Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu dan Seni

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 05.09 0 komentar

                  a)      Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah
  Segala sesuatu memiliki sejarah tersendiri. Setiap individu, keluarga, masyarakat, dang bangsatumbuh dan berkembang melalui sejarahnya sendiri-sendiri. Sejarah yang terjadi dimasa lampau yang sudah terjadi tidak dapat diubah oleh kita sekarang. Akan tetapi masih dapat di ceritakan kembali sehingga individu yang tidak mengetahui masa lampau menjadi mengerti dan dapat memahapi ati penting dalam sejarah yang diceeritakan
b)     Sejarah Sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri antara lain: empiris, memiliki objek, memiliki teori, dan metode
c)      Sejarah Sebagai Seni
Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi seudah itu. Contohnya : Sejarah Sagaranten, harus  membayangkan keadaan geografis kota Sagaranten

Hakikat Ruang Lingkup Ilmu Sejara

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 05.08 0 komentar

  • Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala kejadian atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia

  • Kata sejarah berasal dari :
    1. Bahasa Arab : Syajarotun, yang berarti pohon
    2. Bahasa Inggris : History, yang berarti masa lampau umat manusia
    3. Bahasa Jerman : Geschict, yang berarti sesuatu yang telah terjadi

  • Tiga aspek sejarah :
    1. Masa lampau : Merupakan fakta yang kekal dan abadi, tidk pernah berubah, serta selalu dikenang dan dibuatkan catatan
    2. Masa kini : Untuk dipahami setiap peristiwa sejarah dan bertujuan agar suatu peristiwa sejarah tidak terulang untuk kedua kalinya dalam peristiwa yang sama
    3. Masa yang akan datang : Peristiwa sejarah dapat dijadikan pandangan atau pedoman hidup suatu bangsa agar lebih berguna dan lebih berhati-hati, serta bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan

  • Peristiwa sejarah merupakan :
    1. Peristiwa yang abadi : Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dalam kehidupan manusia
    2. Peristiwa yang unik : Hanya terjadi satu kali dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya
    3. Peristiwa yang penting : Dijadikan momentum atau peringatan karena mempunyai arti dalam menentukan nasib hidup orang banyak

  • Bermacam-macam sejarah menurut jenisnya :
    1. Sejarah sebagai peristiwa : Fakta-fakta kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau
    2. Sejarah sebagai kisah : Sejarah sebagai hasil penelitian oleh para ahli sejarah
    3. Sejarah sebagai ilmu : Pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematik
    4. Sejarah sebagai seni : Sejarah sebagai petunjuk moral bagi para pembaca sehingga dalam penulisannya memerlukan seni tersendiri

  • Sejarah sebagai syarat sebagai ilmu :
    1. Sejarah memiliki objek kajian, yakni kejadian
    2. Memiliki suatu metode yang mampu menghubungkan bukti-bukti sejarah
    3. Kisah sejarah tersusun secara sistematis berdasarkan peristiwa awal kejadiannya
    4. Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional, tidak boleh ditambah atau dikurangi

  • Periodisasi adalah pembabakan sejarah dalam waktu yang digunakan untuk mengetahui peristiwa sejarah

  • Kronologi : Penyusunan sejarah berdasarkan urutan waktu
    Kronik : Catatan tentang waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah
    Kronologi sejarah : Penyusunan peristiwa menurut atau sesuai urutan kejadian yang didasarkan pada urutan waktu

  • Kegunaan sejarah :
    1. Kegunaan edukatif : Sejarah memberi pelajaaran pengalaman yang pernah dilakukan pada masa sekarang atau sebelumnya
    2. Kegunaan inspiratif : Kisah sejarah memberi ilham, inspirasi kepada para pembaca dan pendengarnya
    3. Kegunaan rekreatif : Sejarah sebagai kisah dapat memberi hiburan yang segar, rasa kesenangan, dan rasa estetis

Periodisasi dan Kronologi Sejarah

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 04.52 0 komentar


Periodisasi Sejarah
Klasifikasi dalam ilmu sejarah menghasilkan pembagian zaman, periode, babakan waktu atau masa. Kurun adalah satu kesatuan waktu yang isi, bentuk dan waktunya tertentu.

Dalam periodisasi diadakan serialisasi rangkaian babakan menurut urutan zaman. Sejarah dibagi-bagi menjadi zaman-zaman dengan ciri-cirinya masing-masing. Periodisasi sangat penting dalam historiografi karena merupakan batang tubuh cerita sejarah. Periodisasi mengungkapkan ikhtisar sejarah dan di dalamnya harus dapat dikenali jiwa atau semangat setiap zaman, masing-masing pola dan struktur urutan kejadian, atau peristiwa-peristiwa. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik, perekonomian, kesenian, agama dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas menentukan/memilih periodisasi, yang mencerminkan keyakinannya, pendiriannya, dan visi sejarahnya.
Pengertian Periodisasi
Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah.
Tujuan Periodisasi
Mengetahui pembabakan waktu sejarah akan sangat bermanfaat bukan saja bagi penulis sejarah akan tetapi juga bagi para pembaca/penggemar cerita sejarah apalagi bagi para siswa yang belajar ilmu sejarah. Cerita sejarah yang ditulis para sejarawan dengan menempatkan skenario peristiwa sejarah dalam setting babakan waktu, akan sangat memudahkan serta menarik para pembaca atau siswa untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis.
Adapun tujuan dari pembabakan waktu adalah sebagai berikut:
1) Melakukan penyederhanaan
Gerak pikiran dalam usaha mengerti ialah melakukan penyederhanaan. Begitu banyaknya peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam disusun menjadi sederhana, sehingga mendapatkan ikhtisar yang mudah dimengerti.
2) Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah
Klasifikasi dalam ilmu alam meletakkan dasar pembagian jenis, golongan suku, bangsa, dan seterusnya. Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak terbatas peristiwa dan waktunya dipastikan isi, bentuk, dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan waktu.
3) Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
Menguraikan peristiwa sejarah secara kronologis akan memudahkan pemecahan suatu masalah. Ahli kronologi menerangkan pelbagai tarikh, atau sistem pemenggalan yang telah dipakai dipelbagai tempat dan waktu, memungkinkan kita untuk menerjemahkan pemenggalan dari satu tarikh ke tarikh yang lain.
4) Memudahkan pengertian
Gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyak itu dikelompok-kelompokkan, disederhanakan, dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (orde), sehingga memudahkan pengertian.
5) Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan
Semua peristiwa masa lampau itu setelah dikelompokkan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu kemudian disusun secara sistematis.
Jadi, tujuan diadakannya periodisasi ialah untuk mengadakan tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan saling hubungannya dengan berbagai aspeknya. Menurut Ismaun, periodisasi yang paling mudah adalah pembabakan yang disusun menurut urutan abad. Tetapi periodisasi yang demikian tidak mengungkapkan corak yang khas zaman-zaman yang ditinjau. Dasuki dalam Ismaun menyatakan misalnya, dalam sejarah Eropa Barat, ada zaman-zaman dengan nama-nama abad yang mempunyai watak-watak tertentu, seperti abad ke 18 dan abad ke-19. Sedangkan Cellarius membagi sejarah Barat atas tiga periode yaitu zaman kuno, zaman pengetahuan, dan zaman modern.
Semua kejadian atau peristiwa selama 100 tahun dikumpulkan menjadi satu himpunan cerita, maka tampaklah cerita-cerita sejarah tersusun menurut abad. Inti deretan itu adalah tahun 0 (teoritis) yang membagi dua deretan tersebut, seperti dalam contoh berikut.

Periodisasi dan Kronologi Sejarah

Diposting oleh Icha Nur Azizah Jokam di 04.52 0 komentar


Periodisasi Sejarah
Klasifikasi dalam ilmu sejarah menghasilkan pembagian zaman, periode, babakan waktu atau masa. Kurun adalah satu kesatuan waktu yang isi, bentuk dan waktunya tertentu.

Dalam periodisasi diadakan serialisasi rangkaian babakan menurut urutan zaman. Sejarah dibagi-bagi menjadi zaman-zaman dengan ciri-cirinya masing-masing. Periodisasi sangat penting dalam historiografi karena merupakan batang tubuh cerita sejarah. Periodisasi mengungkapkan ikhtisar sejarah dan di dalamnya harus dapat dikenali jiwa atau semangat setiap zaman, masing-masing pola dan struktur urutan kejadian, atau peristiwa-peristiwa. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik, perekonomian, kesenian, agama dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas menentukan/memilih periodisasi, yang mencerminkan keyakinannya, pendiriannya, dan visi sejarahnya.
Pengertian Periodisasi
Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah.
Tujuan Periodisasi
Mengetahui pembabakan waktu sejarah akan sangat bermanfaat bukan saja bagi penulis sejarah akan tetapi juga bagi para pembaca/penggemar cerita sejarah apalagi bagi para siswa yang belajar ilmu sejarah. Cerita sejarah yang ditulis para sejarawan dengan menempatkan skenario peristiwa sejarah dalam setting babakan waktu, akan sangat memudahkan serta menarik para pembaca atau siswa untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis.
Adapun tujuan dari pembabakan waktu adalah sebagai berikut:
1) Melakukan penyederhanaan
Gerak pikiran dalam usaha mengerti ialah melakukan penyederhanaan. Begitu banyaknya peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam disusun menjadi sederhana, sehingga mendapatkan ikhtisar yang mudah dimengerti.
2) Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah
Klasifikasi dalam ilmu alam meletakkan dasar pembagian jenis, golongan suku, bangsa, dan seterusnya. Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak terbatas peristiwa dan waktunya dipastikan isi, bentuk, dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan waktu.
3) Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
Menguraikan peristiwa sejarah secara kronologis akan memudahkan pemecahan suatu masalah. Ahli kronologi menerangkan pelbagai tarikh, atau sistem pemenggalan yang telah dipakai dipelbagai tempat dan waktu, memungkinkan kita untuk menerjemahkan pemenggalan dari satu tarikh ke tarikh yang lain.
4) Memudahkan pengertian
Gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyak itu dikelompok-kelompokkan, disederhanakan, dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (orde), sehingga memudahkan pengertian.
5) Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan
Semua peristiwa masa lampau itu setelah dikelompokkan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu kemudian disusun secara sistematis.
Jadi, tujuan diadakannya periodisasi ialah untuk mengadakan tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan saling hubungannya dengan berbagai aspeknya. Menurut Ismaun, periodisasi yang paling mudah adalah pembabakan yang disusun menurut urutan abad. Tetapi periodisasi yang demikian tidak mengungkapkan corak yang khas zaman-zaman yang ditinjau. Dasuki dalam Ismaun menyatakan misalnya, dalam sejarah Eropa Barat, ada zaman-zaman dengan nama-nama abad yang mempunyai watak-watak tertentu, seperti abad ke 18 dan abad ke-19. Sedangkan Cellarius membagi sejarah Barat atas tiga periode yaitu zaman kuno, zaman pengetahuan, dan zaman modern.
Semua kejadian atau peristiwa selama 100 tahun dikumpulkan menjadi satu himpunan cerita, maka tampaklah cerita-cerita sejarah tersusun menurut abad. Inti deretan itu adalah tahun 0 (teoritis) yang membagi dua deretan tersebut, seperti dalam contoh berikut
 

Icha Nur Azizah Jokam Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting